Kamis, 29 Maret 2012

BBM naik, Saatnya Mahasiswa Berpikir Kreatif

Isu paling panas dibulan Maret 2012 ini adalah isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang akan dilakukan Pemerintahan SBY-Boediono pada tanggal 1 April 2012. Kebijakan Pemerintah yang dikatakan tidak pro terhadap rakyat ini menjadi topik yang selalu diberitakan diseluruh media massa baik cetak maupun elektronik, tiada hari tanpa berita demonstrasi mahasiswa, buruh dan elemen masyarakat lainnya ditambah dengan pemberitaan penimbunan BBM bersubsidi oleh oknum-oknum yang ingin "memancing di air keruh" menambah carut marutnya keadaan Indonesia. Tapi apakah benar kebijakan Pemerintah ini tidak pro rakyat?

Isu kenaikan BBM sebenarnya sudah berhembus semenjak akhir tahun 2011. Kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh hingga $130/barrel menjadi salah satu penyebab isu ini mulai diangkat seperti yang terjadi pada tahun 2006. Kenaikan harga minyak dunia disebabkan salah satunya karena pemblokadean teluk di dekat negara Iran sehingga pendistribusian minyak dunia terhambat. Subsidi Pemerintah dalam APBN 2012 yang hanya memperkirakan harga minyak dunia maksimal $110/barrel membuat Pemerintah kalang kabut. Pemerintah beranggapan dengan subsidi yang terus meningkat hingga menyentuh Rp4500/liter untuk Premium saja bisa membuat APBN Indonesia yang lebih dari Rp1000 Triliun jebol dan dapat menghancurkan perekonomian Indonesia.

Perdebatan terjadi dimana-mana, kelompok-kelompok yang pro terhadap pemerintah terus mengeluarkan pendapat dan saran sedangkan kelompok-kelompok yang kontra menggalang massa untuk melakukan protes-protes dan kritikan terhadap Pemerintah walaupun menurut penulis kedua belah pihak memberikan pendapat yang cukup masuk akal. Kelompok yang pro tentu berpendapat jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM akan mengakibatkan anggaran yang sudah dianggarkan untuk program yang lain akan pindah ke subsidi BBM dan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi tidak terjadi sedangkan kelompok yang kontra menyerukan jika BBM naik maka seluruh kebutuhan masyarakat akan ikut naik karena BBM adalah komoditas yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kenaikan harga komoditas yang lainnya.

Penulis bukanlah seorang yang pro terhadap pemerintah tetapi juga bukan kelompok yang kontra. Akan tetapi melihat sejarah yang ada aksi-aksi penolakan kenaikan BBM yang sudah-sudah tidak berdampak pada keputusan pemerintah, entah pemerintah yang tuli atau bagaimana atau pemerintah berprinsip "biarlah anjing mengonggong kafilah tetap berlalu". Oleh karena itu penulis hanya ingin berpikir positif saja terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Jika BBM bersubsidi tidak dinaikan pun dapat membuat masalah baru yaitu ketimpangan harga BBM bersubsidi dengan BBM non-subsidi yang mencapai 2 kali lipat dapat membuat masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM non-subsidi beralih kembali menjadi pengguna BBM bersubsidi sehingga subsidi BBM tidak tepat sasaran. Penulis hanya menunggu tindak lanjut pemerintah setelah harga BBM bersubsidi itu dinaikan yang isunya mencapai Rp1500/liter menjadikan harga salah satu BBM bersubsidi yaitu Premium menjadi Rp6000/liter.

Penulis berpendapat jika benar BBM bersubsidi dinaikan, dana APBN yang dirancang kembai menjadi R-APBN 2012 yang awalnya untuk subsidi BBM dapat dialokasikan pada program-program lainnya tentu untuk menggerakan perekonomian Indonesia. Salah satunya pemerintah mengeluarkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp100rb-150rb/bulan kepada setiap keluarga miskin selama 9 bulan. Tetapi penulis kurang sependapat dengan program tersebut karena terbukti pada kenaikan BBM bersubsidi sebelumnya program tersebut banyak terjadi kecurangan dan tidak berjalan baik salah satunya adalah banyaknya potongan-potongan oleh oknum-oknum perangkat pemerintahan dibawah. Mau sampai kapan bangsa ini menjadi bangsa fakir dan peminta-peminta?

Indonesia adalah negara demokrasi tentu semua berpendapat benar. Demonstrasi adalah salah satu wadah demokrasi bagi rakyat Indonesia untuk menyalurkan aspirasinya. Akan tetapi kenyataanya Demonstrasi selalu berujung anarkis dan disayangkan para pendemo yang anarkis kebanyakan berasal dari elemen Mahasiswa yang merupakan para penerus bangsa ini dengan ilmu-ilmu yang sedang dibekali. Menurut pendapat penulis jangan samakan zaman reformasi ini dengan zaman akhir orde baru dimana Mahasiswa menjadi ujung tombak masyarakat untuk menjatuhkan pemerintah. Mahasiswa adalah elemen masyarakat yang intelektual jika melakukan demonstrasi dengan tujuan hanya membuat Pemerintah Pusing saja dengan demonstrasi yang berujung anarkis apa beda Mahasiswa dengan (maaf sebelumnya) masyarakat yang tidak dapat bersekolah hingga Perguruan Tinggi. Demonstrasi yang hingga membuat masyarakat menjadi apatis terhadap mahasiswa dengan memblokir jalan, memblokir pendaratan pesawat, menahan kendaraan-kendaraan dinas pemerintah daerah dan lain sebagainya menjadikan masyarakat yang diawal menjadi korban kebijakan pemerintah ditambah lagi dengan menjadi korban para pendemo khususnya mahasiswa yang anarkis yang mengakibatkan kemacetan dimana-mana, mengisi bahan bakar takut karena dijaga polisi atau TNI bersenjata lengkap dan mengggangu aktifitas lainnya.

Kembali pada topik penulisan, penulis berpendapat mengapa Mahasiswa tidak melakukan aksi-aksi yang dapat berguna bagi masyarakat luas. Mahasiswa sudah dibekali dengan ilmu-ilmu yang cukup. Mahasiswa harus dituntut kreatif salah satunya adalah dengan membuat energi-energi alternatif pengganti BBM khususnya yang bersubsidi. Tentu kabanyakan orang sudah pernah mendengar tentang hal tersebut Biofuel, BioDiesel , Bioetanol dan sebagainya. Ada yang berpendapat bahwa hal tersebut sudah tidak berfungsi, menurut penulis mungkin karena Pemerintah yang bertugas tentang hal tersebut (Kementrian ESDM, Kementrian Pendidikan) kurang memfasilitasi dan mendukung untuk program tersebut sehingga mahasiswa dan civitas akademika yang lain menjadi bingung harus kemana mengadu dan meminta dukungan.

Tentu untuk melaksanakan program tersebut diperlukan kerjasama yang baik dari Pemerintah dan civitas akademika. Sinergisitas harus dibentuk dengan sangat baik untuk menjalankan program tersebut menjadi program jangka panjang dan berkelanjutan. Alokasi anggaran pada R-APBN 2012 yang awalnya untuk subsidi BBM akibat subsidi BBM diturunkan dan harga BBM subsidi dinaikkan tentu membuat banyak anggaran yang berpindah karena tentu APBN 2012 Indonesia tidak dapat dirubah jumlahnya hanya dialokasikan ke program yang lainnya. Disinilah peran Pemerintah dan para wakil rakyat untuk memikirkan mau dipakai apa anggaran tersebut. Menurut Penulis anggaran tersebut dapat dipakai sebagai dana bagi para civitas akademika khususnya Mahasiswa untuk menciptakan energi-energi alternatif lainnya contohnya Bio Etanol. Bioetanol sebagai energi alternatif dapat berasal dari segala macam tumbuhan yang mengandung gula dengan proses-proses tertentu. Indonesia adalah negara yang besar dan memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti penggalan lirik lagu band legendaris Koes Plus "..." hampir semua tanaman dapat tumbuh di Indonesia. Ditambah lagi tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia banyak menelurkan para orang-orang pintar tetapi tidak dilindungi dan diberikan sarana dan pra sarana yang memadai untuk mengembangkan keilmuannya. Dengan dana dari pemerintah yang cukup banyak penulis berpendapat Pemerintah dapat membangun suatu area yang khusus untuk melaksanakan program tersebut.

Salah satu tanaman yang dapat dibuat menjadi Bioetanol adalah singkong. Tanaman yang sudah sangat terkenal dan dapat tumbuh hampir diseluruh pelosok negeri Indonesia. Pemerintah bekerja sama dengan civitas akademika (khususnya Mahasiswa) dan elemen-elemen masyarakat lainnya membangun kawasan Agro-Industri untuk menciptakan Bioetanol. Dimana di kawasan tersebut dibagi menjadi kawasan penananaman Singkong, pengelolaan Singkong menjadi Bioetanol hingga pendistribusin dan pemasaran Bioetanol tersebut. Penulis yakin jika Pemerintah serius dengan program ini harga BBM bersubsidi juga dapat ditekan karena Bioetanol dapat dicampur dengan BBM lainnya seperti dinegara-negara maju seperti Jepang sehingga dapat menekan biaya produksi BBM bersubsidi tersebut dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia yang pengangguran daripada memberikan BLSM. Program tersebut pun dapat dikelola oleh pihak swasta atau BUMN seperti Pertamina.

Penulis berpendapat saatnya mahasiswa menjadi pengubah kehidupan bangsa, menjadi ujung tombak masyarakat dengan cara yang benar dan sesuai dengan keilmuan nya masing-masing. Jangan sampai masyarakat hanya melihat mahasiswa hanya menjadi pendemo yang anarkis dan pengganggu masyarakat tetapi dengan berpikir kreatif dengan sokongan dukungan dari Pemerintah mahasiswa dapat berkembang dan menjadikan mahasiswa menjadi PENERUS BANGSA dan terus mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia.

JANGAN JADIKAN BANGSA INDONESIA MENJADI BANGSA YANG FAKIR MARI BANGUN INDONESIA KEARAH YANG LEBIH BAIK

HIDUP MAHASISWA.

(Penulis adalah seorang mahasiswa di PTN Bandung seluruh isi tulisan hanya pendapat pribadi dari Penulis dan tidak ada intervensi dari pihak manapun)

Selasa, 25 Januari 2011

Prepare for my Fututre

saya ingin jadi polisi...
itulah kata2 yang saya lontarkan waktu jaman SD..yah cita-cita bocah lugu..kata2 yang keluar tanpa berpikir panjang dan tidak tahu apa yang dimaksudkan..cita-cita ini terbangun karena motivasi saya melihat alm. mang yadi. ya beliau adalah insipirasi saya untuk menjadi seorang polisi. polisi yang baik hati dan selalu membantu orang banyak. tapi takdir berkata lain mang yadi mengalami insiden saat tugas di aceh serpihan granat yang masuk ke kaki nya membuat beliau harus merelakan salah satu kaki nya untuk diamputasi. karena penyakit gula yang diderita membuat beliau harus meninggal di usia muda. hal ini pula yang membuat saya berpikir beribu-ribu kali untuk menjadi seorang polisi. ganti cita-cita!!

ya seiring berjalannya waktu, bertambah usia. di jaman SMP dan SMA sempat berpikir menjadi seorang olahragawan y menjadi atlet bola basktet. kegemaran saya bermain bola keranjang karena pengaruh kaka cwo saya. y dia adalah pemain basket handal dari SMP hingga SMA. namun saya pun harus memupuskan harapan menjadi seorang atlet. tidak pernah terpilih menjadi pemain utama di tim SMP ataupun SMA membuat saya agak drop. mungkin karena kondisi keuangan keluarga yang kurang men-support ataupun karena saya kurang berlatih keras. kembali saya harus memupuk keyakinan dan mengganti cita-cita saya.

hingga diakhir tahun saya di SMA , ayah saya berkecimpung didunia pertanian. dunia yang kebanyakan orang melihat adalah pekerjaan kuli atau hanya menggunakan otot. menjadi petani yang kerja sehari penuh tetapi hanya berpendapatan kecil. y walau memang begitu kenyataannya. petania indonesia yang hanya menjadi alat politik saat kampanye namun selalu dilupakan saat pemilu telah berakhir. namun yang saya pengen itu bukan petani seperti itu. tetapi petani berdasi. y petani berdasi atau lebih kerennya menjad penguasaha tani yang sukses. pengusaha tani yang memiliki lahan luas dan pekerja yang banyak. perkerjaan yang saya pikir bukan hanya baik untuk saya tetapi dapat membantu orang banyak khususnya petani itu sendiri.

awal impian saya pun dimulai dengan masuk ke jurusan pertanian di universitas ternama di kota Bandung. walaupun tampak salah masuk jurusan (berbeda dengan apa yang saya pikirkan pada awalnya) saya pun menjalani nya dengan ikhlas karena salah satunya untuk menyenangkan kedua hati orang tua saya. y saya memang bukan orang yang cerdas dan rajin terkadang rasa malas membuat saya kurang bersemangat untuk menjalani aktifitas perkuliahan. hal itu pun berdampak pada hasil yang saya dapat pada semester 2,3 dan 5 ini. ya 3 semester saya lalui dengan rasa malas dan hasilnya pun tidak memuaskan. masih ada 3 semester lagi yang harus saya lalui dengan sungguh, lulus tepat waktu itu harus WAJIB tidak bisa ditawar-tawar lagi. karena masih banyak hal yang harus saya capai selain mendapat gelar sarjana dan wisuda.

y hal lain itu adalah menikah muda. tidak tahu mengapa hal tersebut adalah salah satu impian saya. menikah diusia awal 20an yang sebagian orang melihat nya sebagai hal tabu pada zaman sekarang ini padahal nenek kakek kita pun menikah diumur bawah 20 tahun. menikah muda menjadikan saya lebih bertanggung jawab dan jarak dengan anak yang saya (insya allah) dapatkan pun tidak terlalu jauh. anak pun bukan saya saja menjadi tanggungan hidup, titipan Tuhan tapi pun bisa menjadi sahabat.

masalahnya saat ini menikah itu bukanlah hanya perkara mengikrarkan janji di hadapan Tuhan diacara yang sakral. tetapi menikah pun harus dimodali dengan kekuatan fisik,mental dan material. tidak bisa dipungkiri kita sebagai pria adalah pemimpin keluarga. kita yang harus menanggung semua kebutuhan anak dan istri kita kelak.

ya sekarang umur saya sudah masuk 20tahun. berarti bila mengaca dar impian saya tinggal beberapa tahun lagi saya menikah. tepat kapannya, dengan siapa, dimana ?? itu masih menjadi tanda tanya. status saya yang masih mahasiswa dengan tanggungan orang tua belum mencerminkan saya siap secara material menjadi seorang suami. sifat masih labil dan kekanak2an pun adalah modal yang belum cukup secara mental walau fisik pasti sudah siap.. :D

sekarang saya hanya bisa menjalani apa hidup yang sedang berlangsung. menjalin kasih dengan seorang perempuan yang saya cintai (yang semoga menjadi pendamping hidup saya) , menyelesaikan kuliah sambil memulai melakukan bisnis kecil2an.. y memang deadline sudah didepan mata..berarti saya harus mempersiapkan semuanya. semuanya harus saya persiapkan fisik mental material dan tentunya adalah calon istrinya.

y cita-cita saya sebagai pengusaha tani mungkin harus saya tunda dulu mungkin kelak disaat saya sudah cukup mempunyai modal..didampingi istri yang baik dimata Tuhan, saya dan keluarga.dikelilingi oleh anak-anak saya yang masih kecil dan lucu..itu memang masih sebuah mimpi namun bukan suatu ketidakmungkinan tapi adalah impian yang harus saya raih dengan rencana yang matang dan terstruktur..kita berencana namun Tuhan lah yang menentukan,

BUKAN BEGITU?

Mengenai Saya

Foto saya
saya seorang mahasiswa tingkat 4 (pada 2011) di universitas negeri ternama dikota Bandung (tepatnya di kota Sumedang)ambil bidang studi teknik pertanian (ceritanya mau jadi petani berdasi amin!!) saya anak ke3 dari 3 bersaudara. karena jarak dari rumah ke kampus jauh saya khawatir tua dijalan..huhu